Pages

 

Minggu, 19 Desember 2010

pendidikan

0 comments

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dengan metode pendidikan yang tersistematis dan inovatif akan memunculkan beragam metode pendidikan yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di seluruh penjuru tanah air Indonesia, transformasi keilmuan pada generasi bangsa tidak akan pernah habis di makan waktu karena perkembangan teknologi dan science (ilmu pengetahuan) selalu memberikan hal baru pada setiap zamannya untuk pengembangan teknologi, dengan menciptakan metode pendidikan yang sesuai dengan sosial budaya bangsa Indonesia, sehingga akan menghasilkan generasi yang berkualitas, mansiri, bijak dalam memanfaatkan potensi yang ada dan memiliki rasa nasionalisme.
Bangsa Indonesia sedang berkembang pembangunan di bidang pendidikan, perbaikan dari berbagai sistem pendidikan dan fasilitas penunjang pendidikan, dengan adanya peningkatan anggaran belanja pendidikan melalui APBN dan APBD, dalam pasal 3 Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menegaskan fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional yaitu:
“pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar mjenjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003)”.
Dalam usaha mencapai tujuan pendidikan nasional yang dapat mengembangkan kratifitas dan rasa tanggung jawab pada diri sendiri maupun pada masyarakat dan Negara serta mengembangkan sikap demokratis dan penuh tanggung jawab, salah satunya adlah dengan mengembangkan kecerdasan dan budi pekerti generasi bangsa Indonesia guna mensukseskan pembangunan dalam bidang pendidikan yang du harapkan mampu menjawab permasalahan yang ada di Negara ini. Pengetahuan akan menentukan perkembangan IPTEK dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA), yang ada di Indonesia demi generasi besok tidak menjadi penonton di Negara sendiri.
“sedangkan tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan umum yang hendak dicapai seluruh bangsa Indonesia dan merupakan rumusan dari kualifikasi terbentuknya suatu Negara yang dicita-citakan bersama”. (Zuhairin dkk. 1983).
Namun bagaimana kita dapat mencapai cita-cita kita itu sehingga cita-cita bangsa Indonesia dapat berhasil, ini diperlukan pengorbanan yang tidak sedikit maka dari itulah ketekunan dan kesungguhan bangsa untuk dapat meningkatkan pembangunan dalam bidang pendidikan.
Pendidikan nasional harus dapat merata bagi seluruh rakyat Indonesia, maka rakyat harus mendapatkan jaminan seluas-luasnya untuk , mendapatkan pendidikan serta peningkatan mutu pendidikan, hal ini dipaparkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional yaitu:
“Bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatkan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan local, nasional dan global”. (UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Op. Cit).
Berbicara maslah pendidikan tidak bisa terlepas dengan masalah pengajaran, karena hal pengajaran akan mendukung merupakan bagian yang tidak dapat dilihat dari hasil prestasi siswa yang proses perolehannya dengan teknik evaluasi. Kegiatan belajar mengajar di sekolah pada dasarnya dilaksanakan untuk mencapai fungsi dan tujuan pendidikan yang ditetapkan sebelumnya. Sekolah sebagai media yang dapat menghantarkan kepada tercapainya keberhasilan pendidikan adalah berupa metode pendidikan yang relevan sesuai tuntutan zaman.
Dalam metode diskusi ini, siswa dapat saling tukar menukar informasi dan sekaligus dapat mempertahankan pendapatnya yang dibarengi dengan argumentasi dalam rangka pemecahan permasalahan yang timbul, namun permasalahan itu dapat ditinjau dari beberapa aspek namun tidak monoton sehingga pola piker siswa akan berkembang secara bertahap.
Perbedaan dari metode Tanya jawab ini dengan metode diskusi terletak pada pengajuan pertanyaan yang disampaikan oleh guru. Kalau Tanya jawab guru menghendaki jawaban yang sudah ada, pasti dan terbatas jawabannya, sedangkan dalam metode diskusi guru memberikan pertanyaan atau mengajukan permasalahan kepada siswa untuk didiskusikan secara bersama-sama, namun jawaban dari persoalan diskusi dapat berkembang sesuai dengan kemampuan siswa dan tidak terbatas hanya satu factor saja.
Adapun peranan guru dalam metode diskusi ini adalah sebagai pengatur lalu lintas dalam diskusi, maka guru harus mampu mengatur sedemikian rupa, sehingga dapat berjalan dengan lancer atau baik (suasana diskusi hidup).
Media pembelajaran merupakan salah satu alat untuk mengembangkan metode penyerapan keilmuan dari berbagai disiplin ilmu, dimana peranan media pembelajaran akan mempermudah menjelaskan mata pelajaran terhadap siswa, sehingga penangkapan terhadap ilmu pengetahuan akan lebih mendalam, banyak media pembelajaran yang akan membuat siswa lebih tertarik untuk lebih mendalami mata pelajaran yang diberikan oleh guru.
Prestasi belajar yang dicapai oleh seseorang adalah dipengaruhi oleh perilaku belajarnya. Maksudnya bahw perilaku  belajar seseorang itu menentukan baik buruknya prestasi yang diperoleh siswa. Apabila perilaku belajarnya baik, maka hasil belajarnya akan baik. Sedangkan apabila perilaku belajarnya kurang maka hasilnya juga kurang baik.
Dimana prestasi belajar siswa saat ini masih kurang ini dapat dilihat setiap kenaikan kelas atau kelulusan sekolah dimana masih ada siswa yang tertinggal kelas atau tidak lulus dan juga ada yang lulusan tetapi tidak memenuhi standar ujian nasional.
Untuk meningkatkan prestasi siswa diperlukan sesering mungkin melakukan proses eksplorasi ide dan gagasan melalui diskusi didalam kelas proses diskusi tersebut akan memancing kemampuan berfikir anak dan mental untuk mengutarakan pendapat mereka terhadap sesuatu.
Dalam proses mengajar masih sangat jarang digunakan guru menggunakan media pembelajaran untuk mempermudah menerangkan sesuatu terhadap siswa, karena sangat sedikit guru yang memiliki kemampuan untuk menggunakan media pembelajaran dalam kelas.

Latar belakang di atas merupakan gambaran sederhana dalam penelitian skripsi yang mengambil tema “Kontribusi Metode Diskusi dan Penggunaan Media Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Siswa kelas V di MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang”.

B.     Batasan Masalah Penelitian
Batasan penelitian akan di konsentrasikan pada tiga variable dimana ketiga variable tersebut diharapkan dapat menjelaskan nilai-nilai dan besaran kontribusi antara masing dari tiap variabel, adapun ketiga variabel tersebut adalah :
1.      Variabel Metode Diskusi
Memberikan beberapa batasan seperti pengertian diskusi, langkah-langkah diskusi, kelebihan dan kekurangan metode diskusi, jenis-jenis diskusi dan evaluasi diskusi.
2.      Variabel Media Pembelajaran
Memberikan beberapa batasan seperti pengertian dan fungsi media pembelajaran, kelemahan dan kelebihan media pembelajaran, jenis media pembelajaran
3.      Variabel Prestasi Siswa
Memberikan beberapa batasan seperti pengertian dan jenis-jenis prestasi siswa, dan faktor-faktor prestasi belajar.
Dari ketiga variabel tersebut akan disusun dalam proses penelitian sehingga diharapkan dapat memenuhi standarisasi sebuah penelitian sedangkan tempat penelitiannya akan dilaksanakan di kelas V di MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang.

C.    Rumusan Penelitian
Penelitian yang akan dilakukan ini memerlukan perumusan permasalahan untuk mengetahui permasalahan apa yang telah timbul, sehingga akan dapat menentukan langkah apa yang harus dilakukan dalam penelitian, dengan langkah tersebut diharapkan akan dapat tersistemasinya sebuah langkah penelitian tersebut, maka diperlukanlah rumusan masalah, apabila rumusan permasalahan ini tidak ada maka untuk apa melakukan penelitian karena tidak adanya fenomena yang perlu diungkapkan dan tersembunyi, berarti fenomena tersebut berjalan dengan apa adanya, sehingga perlu adanya pengungkapan permasalahan dengan penelitian untuk mengetahui permasalahan baik sebab maupun akibatnya dari masalah yang timbul di permukaan.
Adapun rumusan masalah yang dapat di angkat kepermukaan dalam penelitian kali ini adalah :
1.      Adakah kontribusi metode diskusi terhadap prestasi belajar siswa kelas V di MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang?
2.      Adakah kontribusi penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa kelas V di MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang?
3.      Adakah kontribusi metode diskusi dan penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa kelas V di MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang?

D.    Hipotesis Penelitian
Sebelum melangkah lebih lanjut dalam penelitian sudah barang tentu telah memiliki anggapan dasar yakni suatu titik tolak pemikiran yang sifatnya sementara, sedang sebenarnya akan ditentukan melalui penelitian. Dalam penelitian ini penelitian mengemukakan anggapan dasar dalam melaksanakan penelitian, anggapan dasar tersebut adalah hipotesis merupakan dugaan terhadap permasalahan yang timbul berkenaan penggunaan metode diskusi dan media pembelajaran terhadap prestasi siswa.
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian. Oleh karena itu perumusan hipotesis sangat berbeda dari perumusan pertanyaan penelitian. Azwar (2007)
Adapun hipotesis yang dapat dirumuskan oleh penelitian dalam penelitian ini adalah:
1.      Adanya kontribusi metode diskusi terhadap prestasi belajar siswa kelas V di MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang.
2.      Adanya kontribusi penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa kelas V di MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang.
3.      Adanya kontribusi metode diskusi dan penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa kelas V di MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang.

E.     Tujuan Penelitian
Penelitian memiliki tujuan, karena tujuan merupakan acuan mau ke-mana penelitian ini akan dibawa, untuk itulah digunakan tujuan penelitian bukan hanyalah sebagai pelengkap penelitian saja namun merupakan salah satu determinan yang harus dipahami dan dicapai, untuk itulah karena tujuan penelitian tersebut merupakan hal  yang determinan maka akan menentukan tujuan penelitian lkali ini dapat dijabarkan dari realitas yang terjadi sesuai dengan fakta penelitian yang akan diperoleh dilapangan melalui alat pengumpulan data berupa pertanyaan yang berhubungan dengan tema yang diambil.
Menurut Sutrisno Hadi (1994) tujuan dari research adalah : Suatu research, khususnya dalam ilmu-ilmu pengetahuan empiric, pada umumnya bertujuan untuk menemukan, mengembangkan, atau menguji kebenaran suatu pengetahuan. Research yang bertujuan menemukan problematik-problematik baru bisa disebut research eksploratif. (Sutrisno Hadi 1994).
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan :
1.      Kontribusi metode diskusi terhadap prestasi belajar siswa kelas V di MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang.
2.      Penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa kelas V di MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang.
3.      Kontribusi metode diskusi dan penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa kelas V di MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang.

F.     Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian merupakan follow up penggunaan informasi atau jawaban yang tertera dalam kesimpulan penelitian, kegunaan penelitian merupakan salah satu harapan dari yang membuat penelitian tersebut dengan berbagai keinginan dari harapan mereka terhadap skripsi atau penelitian atau karya tulis yang telah di buat dengan mencurahkan berbagai kemampuan baik mental, spirituil dan materiel.
Kegunaan penelitian akan menjabarkan harapan dari yang melakukan penelitian sesuai dengan alur yang diteliti sehingga akan berdampak pada hasil penelitian yang memang faktual, adapun kegunaan penelitian ini:

1.      Secara Khusus
Menambah dan memperkaya khazanah keilmuan serta memperluas pengetahuan, khususnya tentang kontribusi metode diskusi dan metode penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa kelas V MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang.

2.      Secara Umum
a.       Memberikan kontribusi tersendiri bagi peneliti lain, khususnya mereka yang akan melakukan penelitian dengan tema yang sama untuk pengembangan ilmu pengetahuan, membantu dan mempermudah dalam pembelajaran di sekolah dalam penerapan metode diskusi dan metode penggunaan media belajar untuk peningkatan prestasi siswa.
b.      Memberikan kontribusi bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkenaan dengan tema yang telah kita ambil untuk menambah khazanah yang lebih mendalam berkenaan dengan kontribusi metode diskusi dan metode pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa kelas V MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang.
c.       Sebagai masukan bagi lembaga tempat dilakukannya penelitian yaitu MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang, untuk lebih mengetahui kontribusi metode diskusi dan penggunaan media belajar terhadap peningkatan prestasi belajar siswa, sehingga kedua metode tersebut dapar diterapkan dengan baik di kedua lembaga baik di MI Fathul Huda Grobogan maupun SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang

G.    Penegasan Istilah
Skripsi ini berjudul “Kontribusi Metode Diskusi dan Penggunaan Media Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Siswa kelas V di MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang”.
Penegasan istilah penelitian ini akan memaparkan setiap kata yang terdapat dalam tema yang ada dalam penelitian, akan lebih memperjelas alur penelitian, sehingga akan dapat dihindari salah tafsir oleh pihak lain dalam membaca atau melakukan penelitian yang ada hubungannya dengan tema dalam penelitian ini nantinya.
1.      Kontribusi
Kontribusi bisa diambil maknanya adalah “sumbangan”, dengan demikian bahwa kontribusi merupakan salah satu bentuk sumbangan terhadap variabel lainnya, dimana kontribusi akan mempertegas seberapa besar sumbangan variabel terhadap variabel lainnya, sumbangan variabel lainnya akan diketahui pula variabel yang dominant mempengaruhi prestasi belajar anak pada siswa kelas V di MI Fathul Huda Grobogan dan SDN Grobogan I Mojowarno Kabupaten Jombang.

2.      Metode Diskusi
Metode adalah cara untuk menyusun segala rencana dalam proses belajar mengajar karena penegasan tema berkenaan dengan sistem pendidikan jadi metode merupakan cara untuk menyusun perencanaan secara sistematis dan tepat untuk menyampaikan setiap mata pelajaran kepada siswa, sehingga akan guru dalam proses belajar mengajar memang memiliki kelebuhan terhadap mata pelajaran yang disampaikan karena pengarahan dan pengambilan kesimpulan dari materi yang disampaikan bisa berasal dari argument peserta diskusi dan sumber literatur (kepustakaan).
Diskusi adalah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan masalah untuk mengambil kesimpulan. Diskusi tidak sama dengan berdebat. Diskusi selalu diarahkan kepada pemecahan masalah yang menimbulkan berbagai macam pendapat dan akhirnya diambil suatu kesimpulan yang dapat diterima oleh anggota dalam kelompoknya. (Ahmadi 2005).
Diskusi merupakan salah satu bentuk metode pengajaran dimana dengan diskusi akan dapat meningkatkan komuniksi antara guru dan siswa serta anatara sesame siswa, dalam proses diskusi akan melibatkan berbagai ide-ide yang dipaparkan oleh peserta didik dalam diskusi, rangsangan ide-ide dari siswa lain akan memotivasi siswa untuk menuangkan gagasan-gagasan dan ide-ide dalam forum diskusi melalui saran dan pendapat maupun kritik terhadap proses berjalannya diskusi, dengan tersalurnya ide dan gagsan siswa, maka siswa akan semakin cerdas untuk memberikan lagi pendapat mereka, jadi peranan guru harus dapat menghidupkan alur diskusi jangan sampai proses diskusi yang terjadi adalah pemaksaan ide dan debat kusir, namun selalu mengimprofisasi ide-ide dari peserta diskusi.

3.      Media Pembelajaran
Media pembelajaran dapat dipahami sebagai “Segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tecipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimaanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif”.
Penggunaan media pembelajara dalam proses belajar mengajar sangat dibutuhkan agar menghilangkan situasi belajar yang kaku dan tidak menarik menjadi lebih interaktif dan menarik terhadap penggunaan media pembelajaran dalam menjalin komunikasi antara guru dan siswa, media pembelajaran dapat mempermudah memahami setiap mata pelajaran, penggunaan media belajar dapat dilakukan didalam kelas dengan memanfaatkan fasilitas yang ada disekitar guru bila memungkinkan untuk membeli fasilitas media belajar yang menjadi standarisasi pendidikan.

4.      Prestasi Belajar Siswa
Sedang yang dimaksud dengan prestasi adalah bukti keberhasilan dari usaha yang dicapai (W.S. Winkel 1986).
Dari definisi diatas diambil suatu kesimpulan bahwa belajar adalah perubahan yang terjadi pada individu bail itu pengetahuan, maupun kecakapan atas usahanya sendiri, namun ada pyang harus dilalui oleh siswa untuk mencapai prestasi belajar mereka seperti mengatur jadwal belajar, disiplin dan sungguh-sungguh, srta adanya pemandu.
Prestasi belajar yang dicapai oleh seseorang adalah dipengaruhi oleh perilaku belajarnya. Maksudnya, bahwa perilaku belajar seseorang itu menentukan baik buruknya prestasi yang diperolehnya. Apabila perilaku belajarnya baik, maka hasil belajarnya akan baik. Sedangkan apabila perilaku belajarnya kurang baik pula.

0 comments:

Posting Komentar

Popular Posts